(TIPS MUDAH & CEPAT) Membuat SIUP dan TDP

Posted in Bisnis on

Surat Izin Usaha Perdagangan

TIPS MUDAH & CEPAT Membuat SIUP dan TDP

Proses pencarian kerja yang cukup sulit, membuat banyak orang berpikir untuk memiliki usaha. Namun, untuk mendapatkan sebuah usaha yang terpercaya dan memiliki pelanggan, anda harus memiliki izin. Izin yang dimaksud adalah Izin SIUP dan TDP. Sudahkah mengetahui dan memahami kegunaan keduanya? Jika belum, ada baiknya saat ini mencari tahu lebih dalam tentang keduanya. Setelahnya, barulah siapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan SIUP dan TDP.

Untuk membuat sebuah SIUP, terdapat beberapa persyaratan yang harus dimilikki. Serta, tidak perlu khawatir jika usaha masih kecil. Karena pembuatan SIUP tidak akan mempermasalahkan, besar kecilnya sebuah usaha. Penasaran dengan cara membuat dan waktu pembuatan yang harus dilalui? Apakah dibutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pembuatannya? Anda akan mengetahuinya, jika melakukan pembacaan pada bagian-bagian selanjutnya.

 

Cara Mendaftar SIUP dan TDP

Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

SIUP adalah sebuah izin atau surat izin yang diperuntukkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan perdagangan. Dokumen ini merupakan dokumen yang wajib untuk pemilik usaha, baik perorangan maupun badan usaha. Sehingga usaha perdagangan memiliki izin untuk melakukan bisnis perdagangan yang dimiliki. Serta, mendapatkan kepercayaan dari pelanggan karena telah memiliki landasan hukum.

Seperti yang telah disampaikan, SIUP dapat dibuat tanpa memperhatikan besar kecilnya usaha. Hal ini juga disarankan untuk usaha yang kecil, karena telah ada kebijakan yang mengharuskan badan usaha memiliki SIUP. Pembuatannya, harus dilakukan sesuai dengan kebijakan di sekitar perusahaan (domisili) dan kebijakan yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

 

Mengenal TDP, Apa Itu TDP?

Setelah memahami tentang SIUP, penting untuk memahami makna dari TDP. TDP memiliki kepanjangan Tanda Daftar Perusahaan yang meruakan sebuah dokumen pengesahan. Dalam hal ini, sebuah pengesahan bahwa suatu usaha telah melakukan kewajibannya, untuk melakukan pendaftaran perusahaan. Namun TDP tidak diperuntukkan bagi suatu usaha perorangan yang berskala kecil.

Dalam mendapatkan SIUP, anda harus melakukan pengurusan pada beberapa dokumen selainnya. Salah satunya, akta pendirian perusahaan, NPWP, SIUP atau IUI untuk usaha yang bergerak dalam bidang industi. Jika usaha termasuk usaha skala besar dan bergerak dalam bidang industri, sebaiknya anda mempersiapkan TDP, agar tidak kesulitan dalam pengurusan saat usaha telah berjalan.

 

Jenis-Jenis Surat Izin Usaha Perdagangan

Dalam menjalankan usaha, tentu terdapat beberapa jenis usaha. Begitu pula dengan surat izin usaha perdagangan, di mana terdapat empat jenis SIUP. Penjelasannya, akan disampaikan dibawah ini,

1. SIUP Kecil

Berbeda dengan SIUP Mikro, SIUP ini merupakan surat izin yang harus dimiliki oleh perusahaan perdagangan. Namun, dalam hal ini dibedakan dengan kekayaan bersih yang tidak terlalu besar. Dalam hal ini, jumlah modal dan kekayaan bersihnya adalah Rp 50.000.000 hingga Rp 500.000.000. Total ini tidak termasuk tanah dan bangunan sebagai tempat usaha.

 

2. SIUP Mikro

Mikro dan kecil dalam jenis SIUP adalah hal yang berbeda. Dalam hal ini yang membedakan adalah jumlah kekayaan bersih dari perusahaan. Di mana, jumlah kekayaan yang dimaksud adalah tidak lebih dari Rp 50.000.000. Untuk tempat dan tanah menjalankan perusahaan belum termasuk dalam perhitungan.

 

3. SIUP Menengah

Sama dengan penjelasan sebelumnya, SIUP diberikan pada badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang. Namun yang membedakan adalah modal dan kekayaan bersih yang dimiliki. Dalam hal ini, jumlah kekayaan bersih adalah Rp 500.000.000 hingga Rp 10.000.000.000. Dan tanah dan bangunan tidak masukkan dalam perhitungan tersebut.

 

BACA JUGA :   Kerajinan Tembaga Boyolali : Bisnis Daerah YANG DIAKUI DUNIA

4. SIUP Besar

Terakhir adalah SIUP besar yang diwajibkan untuk perusahaan perdagangan dengan skala besar. Dalam hal ini, perusahaan besar yang dimaksud adalah perusahaan perdagangan dengan kekayaan bersih dan modal yang lebih dari Rp 10.000.000.000. Namun kekayaan ini, tidak termasuk dengan bangunan maupun tanah untuk melakukan usaha.

Dari setiap jenis SIUP ini, manakah yang menjadi kebutuhan anda? sebaiknya sesuaikan dengan kekayaan dan modal bersih dari usaha yang akan dijalankan. Karena nantinya, jenis SIUP yang dibuat di kantor perizinan akan disesuaikan dengan modal tersebut.

 

Persyaratan Pembuatan SIUP

Saat akan membuat SIUP, terdapat beberapa dokumen yang harus dilengkapi. Selain itu, perlu diketahui bahwa pembuatan SIUP untuk PT, Tbk dan jenis usaha lainnya berbeda. Penjelasannya, ada dibawah ini,

Surat Izin Usaha Perdagangan

1. Syarat Membuat SIUP Untuk Perseroan Terbatas (PT)

Apakah anda berminat untuk membangun sebuah PT? penting untuk memiliki beberapa dokumen pelengkap. Karena dengan dokumen yang telah lengkap, proses pembuatan SIUP akan berjalan dengan lebih cepat. Adapun beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan SIUP perseroan terbatas diantaranya,

  1. Fotokopi NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak
  2. Fotokopi KTP Direktur Utama atau Penanggung Jawab Perusahaan dan pemegang saham
  3. Surat Keterangan Domisili
  4. Fotokopi Kartu Keluarga, khususnya untuk penanggung jawab perusahaan perempuan
  5. Surat Izin Gangguan atau Ho
  6. Izin Prinsip
  7. Neraca Perusahaan
  8. Fotokoopi Akta Pendirian PT, akta ini harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM
  9. Materai 6000, untuk keperluan legalisasi
  10. Pas Foto Direktur Utama, ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar
  11. Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum, dari Menteri Hukum dan HAM

Tidak ingin ribet mengurus perizinan SIUP perusahaan? Silahkan hubungi pendirian-pt.co.id untuk jasa pembuatan PT Anda di Wilayah Bandung dan sekitarnya.

 

2. Syarat Membuat SIUP untuk Perseroan Terbuka

Berbeda dengan PT, terdapat beberapa dokumen simple yang diperlukan untuk membuat usaha perseroan terbuka. Di mana dokumen-dokumen ini dapat dimiliki dengan mudah, karena telah dimiliki sebelum proses permohonan surat izin ini dibuat. Adapun penjelasannya, ada dibagian berikut ini,

  1. Fotokopi KTP miliki direktur utama, penanggung jawab atau pemilik perusahaan.
  2. Fotokopi STP LKTP atau Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan dari Perusahaan. Dalam hal ini, tahun buku terakhir.
  3. 2 lembar pas foto terbaru dari pemiliki perusahaan atau direktur utama atau penanggung jawab. Ukuran foto yang dibutuhkan adalah 4X6.
  4. Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka.
  5. Surat keterangan dari BPPM (Badan Pengawas Pasar Modal) terkait perusahaan yang telah melakukan penawaean secara luas dan terbuka.
  6. Fotokopi akta notaris dalam hal ini untuk Pendirian dan Perubahan Perusahaan dan Surat Persetujuan Status menjadi perseroan terbuka. Untuk akta ini, bisa didapatkan dengan mengajukan permohonan pada Departemen Hukum dan HAM.

Terdapat satu kekhususan untuk anda yang menggunakan tanah atau bangunan milik orang lain. Di mana, dibutuhkan sebuah surat izin dari pemilik untuk penggunaan tanah dan bangunan. Dalam surat tersebut, diberikan bubuhan tanda tangan dengan materia, serta masukkan bukti perjanjian sewa menyewa diantara kedua pihak.

 

3. Syarat Membuat SIUP Koperasi

Untuk membuat sebuah koperasi dengan skala kecil sekalipun, anda harus memiliki SIUP. Jadi, tidak perlu khawatir, jika nantinya pengajuan mengalami penolakan. Namun sebelum membuat SIUP yang dimaksud, siapkanlah beberapa dokumen penting dibawah ini,

  1. Beberapa lembar fotokopi NPWP
  2. Daftar susunan dewan pengurus dan dewan pengawas koperasi.
  3. Materai 6.000 untuk keperluan penandatanganan
  4. Neraca koperasi
  5. Beberapa lembar pas foto direktur utama atau pemilik usaha atau penanggung jawab. Ukuran yang dibutuhkan adalah 4X6.
  6. Izin lainnya, sepeti Izin AMDAL dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Hal ini akan menjelaskan, bahwa usaha yang dijalankan tidak akan menghasilkan limbah.
  7. Fotokopi akta pendirian koperasi yang disahkan oleh instansi berwenang.
  8. Fotokopi KTP dewan pengawas dan dewan pengurus koperasi.
  9. Fokotopi SITU atau surat domisili dari pemerintah daerah setempat.

Jika semua dokumen telah dimilikki, anda cukup mendatangi kantor perizinan yang dimaksud. Setelahnya, ikutilah alur yang berlaku dalam kantor perizinan tersebut, hingga SIUP selesai dikerjakan.

 

4. SIUP Perorangan

Penjelasan mengenai dokumen pembuatan SIUP di atas, memang dikenal cukup rumit. Namun, berbeda dengan SIUP perorangan, karena dokumen yang dibutuhkan sangat sedikit, seperti yang akan dijelaskan disini,

  1. Neraca perusahaan
  2. Fotokopi NPWP Perusahaan
  3. Fotokopi pemilik atau penanggung jawab perusahaan
  4. Forokopi SITU atau surat izin tempat usaha dari pemda. Dalam hal ini, usaha dagang yang dipersyaratkan SITU harus berdasarkan ketentuan Undang-Undangan Gangguan atau Ho.

Namun sebagai persiapan dan antisipasi, sebaiknya anda menyiapkan beberapa dokumen lainnya. Jadi, tidak perlu untuk datang kembali ke kantor untuk melengkapi dokumen. Jika hal ini terjadi, tentunya proses pengerjaan SIUP akan terhambat, dan proses membutuhkan waktu lebih lama.

BACA JUGA :   Kerajinan Tembaga Boyolali : Bisnis Daerah YANG DIAKUI DUNIA

Dari setiap jenis SIUP yang dipilih, semuanya diserahkan pada pemilik usaha. Namun jika ingin yang lebih mudah, buatlah SIUP perseorangan dahulu, setelah usaha dirasa cukup maju, anda dapat menggantinya dengan SIUP Perseroan Terbatas ataupun perseroan terbuka.

 

Prosedur Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Bila persyaratan pembuatan SIUP sudah dirasa cukup, anda harus mengikuti beberapa prosedur pembuatannya. Apakah prosedur yang harus dijalankan? Berikut ulasannya,

1. Mengambil Formulir di Kantor Dinas Perdagangan

Langkah pertama adalah mengambil formulir pendaftaran dengan langsung ke kantor dinas perdagangan. Anda juga dapat melakukan pengambilan ke Kantor Pelayanan Perizinan Setempat. Jika tidak ada waktu untuk melakukannya, mintalah orang lain untuk melakukannya. Namun, sebelumnya, pastikan bahwa orang tersebut sudah diberikan kuasa.

 

2. Penyerahan Formulir Pendaftaran

Setelah formulir pendaftaran dimilikki, anda harus mengisikannya dengan lengkap dan benar. Kemudian tanda tangani, dalam hal ini ditanda tangani oleh pemilik, direktur utama atau penanggung jawab perusahaan. Sebelumnya, bubuhkan terlebih dahulu materai 6000 agar menjadi lebih legal. Kemudian fotokopi dua kali dan gabungkan dengan persyaratan di atas.

 

Jika anda memberikan kuasa pada orang lain untuk mengurus SIUP, siapkan surat kuasa bermaterai. Perhatikan tentang tanda tangan dari pemilik, direktur, penanggung jawab perusahaan. Surat kuasa ini harus dibawa, selama proses pengurusan SIUP selesai dan dapat dibawa pulang.

 

3. Pembayaran Pembuatan SIUP

Saat akan melakuan pengurusan, anda harus mempersiapkan dana untuk ongkos pembuatan SIUP. Dalam hal ini, setiap daerah memiliki harga SIUP yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan peraturan yang ada di wilayah usaha masing-masing. Jadi, disarankan untuk tidak bingung jika harga yang diberikan berbeda dengan daerah lainnya.

 

4. Pengambilan SIUP

Setelah semua proses dijalankan, waktunya menunggu hingga proses pembuatan SIUP selesai. Proses pembuatan SIUP, biasanya akan selesai selama dua minggu hari kerja. Pada umumnya, SIUP akan menghubungi pemilik usaha, jika demikian anda dapat mengambilnya secara langsung ke kantor pengurusan SIUP. Setelahnya, selesailah prosedur pembuatan SIUP.

 

Proses ini akan lebih cepat usai, jika tidak ada kekurangan dokumen yang dimilikki oleh perusahaan. Jika belum memenuhi, ada kemungkinan pembuatan SIUP akan terhambat. Karenanya, disarankan melengkapi berbagai dokumen di atas dahulu, barulah melakukan pengurusan ke kantor pembuatan SIUP.

 

Cara Daftar SIUP Online

Penjelasan di atas, adalah prosedur pembuatan SIUP secara manual. Namun, adakah cara membuat SIUP dengan online? Tentunya. Bagaimana cara melakukannya? Berikut ulasan lengkapnya,

1. Login pada Sistem OSS

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan login pada sistem OSS dengan menggunakan ID dan password. Jika belum memilikinya, anda dapat mendaftar dahulu dan nantinya akan mendapatkan NIB yaitu Nomor Induk Berusaha.

Berikut merupakan websitenya : https://www.oss.go.id/oss/

 

2. Pengisian Data

Setelah berhasil login pada sistem OSS, anda harus mengisikan data-data yang dibutuhkan. Dalam hal ini seperti data perusahaan, nilai investasi, penggunaan tenaga kerja, pemegang saham dan data terkait lainnya yang sesuai dengan perusahaan.

 

3. Notifikasi dari OSS

Setelah semua data diisikan dengan lengkap, anda akan mendapatkan notifikasi dari OSS. Notifikasi ini berguna untuk mengubah jenis bidang usahanya. Sesuaikan isiannya dengan ketentuan dan jenis usaha yang dijalankan.

 

4. Penerbitan NIB

Setelah sistem OSS menerima semua data, anda akan menerima NIB. Pelaku usaha dapat memperoleh dokumen pendaftaran bersamaan dengan dikeluarkannya NIB. Setelahnya, pendaftaran SIUP dapat dilakukan dengan lebih mudah.

 

Contoh Formulir SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

Penasaran dengan contoh formulir SIUP? Anda dapat melihatnya langsung ke kantor pengurusan SIUP. Namun secara garis besar, didalam formulir tersebut terdapat beberapa isian yang harus diisi dengan benar. Diantaranya, nama perusahaan, nama pemilik usaha, skala usaha, nomor telepon, modal usaha dan berbagai isian lainnya. Jadi, usahakan untuk mengisinya dengan benar agar tidak ada kesalahan.

Dalam formulir SIUP memang tidak dijelaskan cara pengisiannya. Namun untuk memperlancar proses, disarankan untuk mengisinya dengan huruf cetak atau kapital. Sehingga, tulisan lebih mudah terbaca dan tidak ada kesalahan saat pencetakan SIUP dilakukan. Serta, mintalah bantuan petugas, jika memang terdapat hal-hal yang tidak dipahami dalam pengisian formulir pengajuan SIUP.

 

Cara Membuat TDP Perusahaan

Cara Membuat TDP Perusahaan

Anda yang akan membuat TDP setelah SIUP usai, harus memiliki persyaratan dokumen terlebih dahulu. Dalam hal ini, beberapa dokumen yang dimaksud adalah :

  1. Fotokopi KTP pemilihan perusahaan
  2. Fotokopi NPWP
  3. Fotokopi akta perusahaan yang telah didirikan
  4. Surat keterangan domisil perusahaan atau SITU
  5. Surat izin usaha dagang atau SIUP
  6. Pasfoto pemilik usaha, dengan ukuran 4X6. Untuk berjaga-jaga, usahakan untuk membawa beberapa lembar, untuk cadangan.
  7. Serta, siapkan foto tempat usaha.
BACA JUGA :   Kerajinan Tembaga Boyolali : Bisnis Daerah YANG DIAKUI DUNIA

Setelah semua dokumen dimiliki, anda harus mempersiapkan semua dokumen tersebut dan membawanya ke Kantor Dinas Perindustrian. Setelahnya isikan formulir dan tandatangani di atas materai. Setelahnya, buatlah salinan sebanyak 3 rangkap. Nantinya anda akan diminta membayar untuk ongkos pembuatan dan tunggulah selama beberapa saat, hingga TDP usai dibuat.

 

Cara Daftar TDP Online

Untuk melakukan pembuatan TDP anda dapat memilih, untuk melakukannya secara manual maupun online. Pilihlah, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, agar tidak terlalu menyulitkan. Dalam hal ini, untuk yang tidak memiliki banyak waktu, sebaiknya menggunakan cara pembuatan TDP online. Karena cara melakukannya cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu lama.

Caranya, dengan ingin mengunduh semua berkas yang dibutuhkan secara online. Dalam hal ini dengan membuka situs resmi kantor perizinan. Kemudian, isikan semua berkas tersebut dan lakukan verifikasi di Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Hal ini cukup mudah, dibandingkan harus mendatangi kantor perizinan secara berulang.

 

Contoh SIUP Perseroan Terbatas (PT)

Untuk anda yang akan membuat SIUP perseroan terbatas, perlu diketahui apakah jenis SIUP yang dibutuhkan. Karena tentunya setiap modal dan kekayaan bersih yang dikeluarkan akan berbeda-beda. Untuk itu, perlu memahami jenis SIUP apakah yang dibutuhkan. Untuk sebuah PT, biasanya dibutuhkan SIUP jenis besar. Di dalamnya terdapat beberapa data tentang perusahaan.

Dalam SIUP juga dijelaskan jenis kegiatan usaha dan bidang yang dijalankan. Karenanya, anda harus menjelaskannya dengan detail dan lengkap. Pada bagian bawah, nantinya terdapat tanda tangan dari BPPT dan dibubuhkan dengan cap basah. Jika penasaran dengan contohnya, anda dapat melihatnya melalui berbagai referensi, salah satunya buku-buku bacaan.

 

Contoh SIUP Koperasi

Tidak hanya PT, sebuah usaha dengan nama koperasi juga membutuhkan SIUP. Sama seperti SIUP Perseroatn Terbatas, didalam surat ini terdapat penjelasan tentang usaha. Diantaranya, nama koperasi, nomor pengesahan akta, nama pengurus, jenis usaha hingga alamat koperasi. Jika anda menggunakan modal sendiri, angka yang dikeluarkan akan dituliskan dalam SIUP tersebut.

Setelah berbagai isian di atas, terdapat beberapa penjelasan pelengkapnya. Anda harus membaca penjelasan tersebut, sehingga dapat memperjelas usaha. Dan dibagian akhir akan diisikan dengan tanda tangan dan cap basah. Jika telah memiliki SIUP ini, usaha koperasi dapat dijalankan dengan lebih aman. Karena tidak akan menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas dari usaha.

 

Contoh SIUP Perseorangan

Seperti penjelasan tentang persyaratan, contoh SIUP Perseorangan juga tidak terlalu sulit. Di mana, hanya dibutuhkan isian-isian terkait data usaha. Namun yang membedakan dalam SIUP perorangan adalah terdapat nomor Kegiatan Usaha. Tidak perlu khawatir untuk mengisikannya, karena nanti bagian ini diisikan oleh badan pelayanan perizinan.

Setelah semua isian selesai dimasukkan, terdapat beberapa ketentuan pelengkap. Serta, bagian bawah akan ditempelkan foto pemilik usaha. Setelahnya akan dibubuhkan cap lengkap dari kantor perizinan. Sementara di bagian kanan foto, terdapat tanda tangan dari bupati ataupun pemerintah daerah yang dilengkapi dengan cap dari lembaga, bukti pengesahan.

 

Contoh SIUP Perseroan Terbuka (Tbk)

Untuk yang satu ini adalah jenis SIUP yang berbeda dengan SIUP lainnya. Karena usaha yang menggunakannya pun adalah usaha-usaha besar. Dalam hal ini, usaha yang memiliki modal kekayaan hingga lebih dari Rp 10.000.000.000. Sehingga termasuk dalam jenis SIUP besar, karenanya banyak isian yang harus diisikan secara lengkap dan benar.

Selain isian, tidak ada hal yang membedakan di bagian bawah SIUP. Di mana, terdapat penjelasan tentang usaha dan foto pemilik usaha. Jika anda ingin mengetahui bentuk dari SIUP ini, dapat mencarinya melalui referensi buku. Ataupun mencari rekan yang telah memilikinya, sehingga rasa penasaran hilang dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan dapat disiapkan segera.

 

Kesimpulan SIUP dan TDP

Bagaimana, apakah anda berminat untuk membuatnya untuk keperluan usaha? Prosesnya tidak sulit, seperti yang orang-orang katakan. Untuk membantu agar lebih cepat selesai, sebaiknya persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Maka, proses akan lebih cepat selesai atau gunakan cara pembuatan secara online, agar tidak perlu berulang kali mendatangi kantor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *