Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Diri

Posted in Edukasi on June 26, 2020

Motivasi penting untuk dimiliki setiap orang. Dengan adanya motivasi, orang menjadi terdorong dan bersemangat melakukan suatu hal, salah satunya dalam belajar. Motivasi sendiri berarti dorongan yang timbul dari dalam diri atau dari luar, untuk melakukan sesuatu.
Salah satu yang penting dimiliki adalah motivasi belajar. Sebenarnya, belajar tidak hanya untuk siswa sekolah saja, namun orang – orang penting untuk selalu belajar. Belajar tidak hanya di dalam kelas, segala peristiwa yang dilalui ketika ada hikmah yang dapat dipetik, sama saja dengan belajar.

Pentingnya Motivasi Belajar

Sumber: Free-Photos dari Pixabay


 

Motivasi Belajar Dari Dalam Diri

Motivasi belajar penting dimiliki dalam tiap diri individu. Sehingga, ada dorongan dalam diri untuk selalu rajin belajar. Jika sudah ada motivasi dalam diri, tentu akan mudah membuat diri bergerak untuk belajar.
Motivasi belajar menjadi aspek yang berperan signifikan dalam proses tercapainya tujuan pembelajaran. Selain itu, juga akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
Akan lebih mudah apabila ada dorongan yang muncul dari dalam diri. Sehingga, tujuan lebih cepat dan mudah tercapai. Karena tidak ada halangan atau distraksi yang berarti.
 

Motivasi Belajar dari Luar Diri

Selain dari dalam diri setiap individu, motivasi belajar juga berasal dari luar diri. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh orang lain. Tujuan orang terus belajar karena adanya pengaruh dari luar, misalnya sosok yang dikagumi, sesuatu yang mendesak.
Dorongan ini muncul dari luar, yang kemudian merasuk ke dalam diri sehingga termotivasi untuk belajar. Namun dorongan dari luar memunculkan kelemahan, dimana ketika pengaruh itu tidak ada, maka motivasi akan surut.
Oleh karena itu, penting untuk mendorong juga motivasi dalam diri supaya tidak mudah surut. Meskipun dorongan dari luar menjadi surut.
 

Teori Motivasi

Motivasi merupakan konsep hipotesis, yang mana tidak dapat diamati secara langsung. Melainkan hanya dapat diamati pada perilaku sesudahnya. Istilah motivasi berasal dari bahasa latin, yaitu “Movere”, yang berarti gerak.
Begitu juga motivasi yang ada di dalam diri setiap individu. Dimana, tinggi rendahnya motivasi mempengaruhi timbulnya keinginan untuk belajar. Serta banyaknya materi yang dipelajari. Dimana motivasi ini akan menjadi kekuatan dan arah tingkah laku yang ditampilkan individu.
Berkaitan dengan ini, banyak pakar yang telah mengemukakan teori motivasi. Diantaranya Maslow, yang dikenal dengan Hierarki Kebutuhan Maslow. Dalam teori ini, menyebutkan bahwa manusia memiliki lima tingkat kebutuhan. Dimulai dari yang pertama adalah kebutuhan fisiologis seperti rasa lapar, haus, istirahat, dan kebutuhan fisik lainnya. Selanjutnya adalah kebutuhan akan rasa aman. Yang ketiga adalah kebutuhan sosial, keempat kebutuhan akan penghargaan diri, dan yang kelima adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.
Ada juga teori dari McClelland, yang menyebutkan bahwa kebutuhan untuk mencapai prestasi berbeda – beda. Yang berdampak pada kebutuhan motivasi yang juga berbeda – beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.
Pakar lain yang mengemukakan teori motivasi adalah Alderfer. Yang mana mengemukakan bahwa teori motivasi dikenal dengan teori “ERG”. ERG (Existense, Relatedness, Growth), dimana motivasi adalah kebutuhan nyata setiap orang. Yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia.
Masih banyak lagi pakar yang mengemukakan teori mengenai motivasi. Yang mana dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dalam diri siswa atau individu dan dari luar diri. Dorongan ini timbul karena adanya tujuan dan didukung dengan wujud kegiatan yang dilakukan.
Oleh karena itu, motivasi dinilai penting bagi setiap individu. Supaya ada dorongan untuk mencapai apa yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *